[writing] Show, Don’t Tell

Hai teman-teman,

show dont tellSesering apa sih, kamu mendengar orang-orang (penulis) mengatakan: “Show, don’t tell”, ketika sedang memberi tip menulis? Saya sih, sering. Hampir di setiap buku tentang cara-cara menulis, siapa pun yang menulisnya, selalu ada bagian itu. Barangkali si penulis buku itu tidak menyebutnya sebagai Show don’t tell, tetapi intinya sama: jangan cuma ceritakan, tapi tunjukkan. Buatlah para pembacamu membayangkan dengan jelas apa yang sedang kamu ceritakan, alih-alih cuma bercerita dengan cara seperti ini.

“Hari ini saya bangun, lalu ke kamar mandi, setelah itu mandi dan gosok gigi. Setelah berganti baju, saya pergi ke kantor.”

Bayangkan membaca novel sepanjang 300 halaman dengan cara bercerita seperti itu! Saya sih, ogah! Baru paragraf pertama aja udah pengin lempar. Atau, kalau kata pacar saya pas lagi sadis, lempar ke api unggun!

Tapi-tapi-tapi, gimana sih caranya menulis dengan cara mempertunjukkan dan bukan menceritakan, itu?

  • Deskripsikan.

Lukisan adegan secara mendetail. Di mana adegan itu terjadi, kemudian…

Lihat pos aslinya 1.555 kata lagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s